Selasa, 25 November 2014

Teks Pidato Tentang Guru

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera saya haturkan kepada Bapak/Ibu dan para hadirin yang hadir pada majlis ini. Semoga kita mendapatkan ridlo dan innayah dari yang maha kuasa, Amin.

Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang saya cintai..

Pahlawan adalah sosok yang sangat terhormat bagi kita. Keberadaan mereka sangat memberikan andil besar terhadap terjadinya sebuah kemakmuran suatu masyarakat. Indonesia adalah sebuah negera yang sangat kaya akan sejarah. Jika kita menoleh kebelakang betapa banyak sekali sosok pahlawan yang telah mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk membantu kita semua merasakan sebuah atmosfer kehidupan seperti yang kita rasakan sekarang.

Tanpa perjuangan para pahlawan mungkin kita masih hidup dengan kesengsaraan. Kemerdekaan itu diperoleh berkat perjuangan para pahlawan bangsa. Marilah kita semua senantiasa mengenang para pahlawan bangsa ini. Dan marilah kita cerminkan bentuk rasa hormat dan terimakasih kita kepada para pahlawan dengan memberikan sesuatu yang berguna untuk bangsa tercinta ini.

Para hadirin semuanya yang saya hormati..

Bicara sosok pahlawan, sebenarnya banyak sekali dari mereka yang bsia dianggap sebgai seorang pahlawan. Sejatinya seorang pahlawan itu bukan hanya mereak yang memperjuangkan hak-hak bangsa selama masa penjajahan. Masih banyak sosok pahlawan lainnya yang terkadang kita lupakan dengan begitu saja.

Guru, adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa. Berkata bimbingan para guru lah kita dapat tumbuh besar dengan bekal ilmu dan kepribadian yang lebih baik. Tanpa bimbingan mereka, hampir tidak mungkin kita bisa tumbuh dewasa dengan mentalitas yang siap untuk menatap kehidupan.

Marilah kita semua senantiasa mengenang jasa-jasa para guru kita. Mereka-merka itu telah mencurahkan segenap kemampuannya untuk membantu kita menjadi pribadi yang siap untuk mengaharungi kehidupan yang penuh lika-liku.

Hadirin sekalian yang saya cintai...

Marilah kita selalu menjadi pribadi yang tahu diri dengan tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan kita, karena mereka adalah sosok yang sangat penting dibalik kemakmuran yang kita dapat.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga saja apa yang saya sampaikan pada hari ini dapat memberikan manfaat serta sebuah momentum untuk selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan kita.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Guru, Pahlawa sebenarnya

Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa…
Terbayang saat itu, Guru saya yang masih muda begitu terlihat gagah, berdiri di depan kelas saat mengajar. Kemudian bersikap ramah ketika ada Orang tua murid yang melakukan protes atau mengeluh tentang anaknya. Atau saat ia memaksakan masuk sekolah untuk memberi pelajaran ketika tangan dan pakaiannya belepotan oli akibat sepeda motor lawas yang dikendarainya mogok hingga membuatnya terpaksa memperbaiki dan mendorongnya sampai sekolah.

Kalau mengingat hal seperti itu, tidak terbayang bagaimana pengorbanan seorang Guru untuk mendedikasikan hidupnya. Pantas saja jika Jepang lebih maju daripada Indonesia, sebab menurut apa yang saya dengar dari beberapa kawan yang tinggal di sana, negeri matahari terbit itu sangat menghormati profesi seorang Guru. Seperti pasca perang dunia kedua saat negara mereka luluh-lantah, yang paling diselamatkan secara prioritas adalah Guru. Dan, beberapa dekade kemudian berkat peranan Guru, akhirnya bisa membuat maju dari negara yang miskin sumber daya alam tersebut.

Beruntung, dengan berkembangnya zaman yang diiringi pesatnya teknologi, saat ini taraf hidup seorang Guru telah meningkat dibandingkan belasan tahun lalu. Meski tidak dapat dikatakan kaya, setidaknya banyak Guru yang saya kenal, termasuk di Kompasiana, dapat dikatakan sejahtera.


“Kalo jadi Guru, kita jangan ngarepin kaya, karena seorang Guru itu mengemban kewajiban untuk menyampaikan ilmu. Tetapi boleh dibilang kalo jadi Guru itu sejahtera, sebab selain dapat menerima penghasilan halal, yang terpenting adalah bisa berbakti pada masyarakat dan itu yang membuat kami bahagia,” ucap seorang Guru yang saya kenal. Beliau menuturkan pengalamannya ketika kami bertemu beberapa waktu lalu di sebuah perhelatan acara tentang Guru.

Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Ungkapan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ini sudah sangat biasa didengungkan sejak dulu. Guru selama ini adalah figur yang dianggap sebagai pencetak orang-orang hebat. Seorang profesor jenius, seorang musisi hebat, seorang presiden dianggap lahir oleh karena jasa guru. Sebab guru adalah seseorang yang mendidik orang-orang hebat tersebut menjadi sukses.
Apresiasi terhadap peran guru masih sangat rendah pada zaman dahulu. Profil guru melulu dikenal sebagai sosok yang serba sederhana. Pakaian sederhana, rumah sederhana, makan sederhana, semuanya serba sederhana. Hal tersebut terdapat hubungan dengan masalah gaji guru pada saat itu yang dikatakan sangat rendah.
Apresiasi terhadap peran guru dikaitkan dengan gaji memang cukup relevan. Sebab pada saat itu, tugas guru tidaklah mudah seperti saat ini. namun gaji guru sangat kecil dibanding dengan gaji profesi-profesi lain.
Pada zaman sekarang, kesejahteraan guru sudah mulai diperhatikan. Hal ini ditandai dengan adanya pengakuan profesi guru. Gaji guru bahkan disinyalir akan dinaikan sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraannya. Jika pada zaman dahulu guru dengan gaji rendah disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa, guru ikhlas mengajar meskipun gaji yang diterima belum cukup dalam memenuhi kebutuhannya, maka bagaimana dengan profil guru jaman sekarang yang diketahui memiliki gaji tinggi? Apakah dia masih disebut dengan “pahlawan tanpa tanda jasa?”.
Peningkatan kesejahteraan guru oleh pemerintah sebenarnya dilakukan dengan harapan agar profesionalitas guru meningkat. Hal tersebut berdasarkan asumsi bahwa jika guru sejahtera, maka profesionalitasnya akan meningkat. Dugaan ini masuk akal, sebab teknologi pendidikan kini semakin canggih, pengembangan terhadap pendidikan itu sendiri juga dikembangkan untuk mencapai kesempurnaan pendidikan. Jika pengembangan pendidikan tersebut tidak didukung dengan kompetensi guru yang memadai, maka pendidikan akan tertinggal dan semakin kurang mampu menciptakan generasi yang berkualitas.

Puisi Guru

Guru yang Baik – oleh Wina

guruku…

kau sinari kami dengan ilmu yang kau berikan…

kau semangati kami dengan ikhlas…

kau berikan kami kasih sayang yang begitu lembut seperti kain sutra…

guruku…

betapa sedihnya engkau mengajariku…

betapa kecewanya engkau melihatku susah diatur…

betapa tulusnya engkau menasehatiku disekolah…


guruku…

tanpamu aku tak tau bagaimana cara menulis…

membaca…

dan tanpamu aku tak akan mengerti arti sekolah…

terima kasih guruku

Masalah Yang Ada Di Pendidikan

                           “ PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA”
Artikel ini menceritakan tentang rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia karena ketertinggalan didalam mutu pendidikan, Baik pendidikan formal maupun informal dan juga masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: Rendahnya sarana fisik, Rendahnya kualitas guru, Rendahnya kesejahteraan guru, Rendahnya prestasi siswa, Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan, Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, Mahalnya biaya pendidikan. Ini bisa menambah pengetahuan pembacanya, karena mengandung informasi yang berguna untuk kalangan banyak yaitu contohnya:

Cara melaksanakan pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia, sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia.
Dilihat dari judulnya, “Permasalahan Pendidikan di Indonesia” seolah-olah menghimbau pembacanya agar mengetahui bahwa rendahnya pendidikan di Indonesia untuk membuat para pembacanya bangkit memajukan mutu pendidikan di Indonesia. Artikel ini menceritakan data-data pendidikan yang cukup lengkap, Selain itu seharusnya gaya penulisannya lebih ditekankan pada persuasif, sehingga masyarakat lebih terhimbau lagi untuk ikut mengamati bahwa masih kurangnya mutu pendidikan di Indonesia dan mengajak pembacanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Yang terjadi pada artikel ini adalah digunakannya paragraf deskriptif untuk menggambarkan keadaan pendidikan di Indonesia, dan hanya sedikit kalimat persuasif yang kurang kuat dalam sebagian paragraf.
Solusi dari saya untuk permasalahan tersebut secara garis besar yang dapat diberikan yaitu:
solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik, kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran bukan dengan meningkatkan jam belajar yang berlebihan karena setiap pelajar memiliki kemampuan yang berbeda dan sudah banyak di penuhi pembelajaran di luar sekolah, tetapi harus juga meningkatkan alat-alat, sarana dan prasarana pendidikan, dll.

Pendidikan Di Indonesia

Beberapa waktu terakhir ini pendidikan di Indonesia mendapat angin segar karena 20 % APBN dialokasikan untuk bidang pendidikan. Hal ini membawa dampak positif bagi pendidikan di Indonesia.


Pendidkan di Indonesia memiliki sistem yang cukup baik akan tetapi pelaksanaan di lapangan masih jauh dari ketentuan yang berlaku. Misalnya penyelenggaraan ujian nasional. Ujian nasional yang telah disusun sedemikian dari sekian banyak ahli  sering menemui kendala di lapangan. Banyak sekali ditemukan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh para oknum yang berkecimpun di dunia pendidikan. 

Bantuan dari pemerintah kadang belum tepat sasaran kepada siswa/i yang kurang mampu. Hal ini disebabkan karna kurangnya pengawasan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Mendidik sungguh pekerjaan yang sangat berat dan melelahkan dan memang sangat wajar jika pemerintah memberikan perhatian khusus di bidang pendidikan


Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidkan Nasional tercantum Pengertian pendidikan“pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan Proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang tercantum dalam UU tersebut?

Guru Honorer

Profesi guru adalah mulia, sewaktu jepang hancur karena bom atom, titah pertama kaisar jepang adalah kumpulkan dan data guru yang masih tersisa , tujuannya adalah membangun sumber daya manusia untuk mengejar ketertinggalan jepang, dan dapat kita lihat sekarang ini tahun 1945 kita merdeka dan jepang hancur karena bom atom tetapi  saat ini di abad 21 tahun 2011 kita kalah jauh dari jepang.

  Kekurangan tenaga guru di sekolah sekolah di indonesia membuat sekolah mengangkat guru honorer, Guru honorer  yang baik adalah guru yang ihklas mengajar karena Allah , dan  mengaharapkan dalam dia mengajar ini menjadi jalan kebaikan dan tidak memerlukan penilian orang , karena yakin Allah Maha Melihat, maka saya jadi akan memberikan jalan rezeki yang mudah dan tidak di sangka-sangka.Allah akan meridhoi kita dalam kita mengajar karena kita bukan berorientasi pada gaji tetapi pada Ridho Allah, soal rezeki Pas kita butuh Allah pasti memberi rezeki. Kalau Allah ridho kepada kita jalan menjadi PNS akan lebih mudah dan bisa lewat mana saja yang kita tidak sangka-sangka.
      Guru yang baik harus mempunya ketulusan dan keihklasan dan ketulusan itu bisa sampai ke hati murid-murid kita.
      Tetep semangat buat guru-guru Honorer yang ada di seluruh Indonesia.
Guru honorer di sekolah negeri gigih memperjuangkan nasib mereka yang terkatung-katung. Setelah diterpa masalah pembayaran tunjangan profesi guru yang dihentikan tanpa alasan yang jelas, para guru honorer ini memperjuangkan kepastian sebagai guru pegawai negeri sipil. 

                    PERJUANGKAN NASIB GURU HONORER